Blog

Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Jangan Bilang Gitu Sama Orang Yang Lagi Sakit

Tulisan ini merupakan rekaman pengalaman saya dalam merespon sikap dan ucapan orang-orang di sekitar ketika saya sakit. Meskipun saya tau mereka peduli dan simpati pada penderitaan saya, tapi saya berharap untuk tidak mendengar hal hal seperti berikut ini.
Jangan Bilang Gitu Dong
1. "Makanya.. jangan makan sembarangan!!"
Kita sedang berjuang menahan sakit perut, lalu seseorang justru menyalahkan kita atas rasa sakit yang sedang kita alami. Jujur waktu itu ingin rasanya saya melempar orang itu pakai asbak, mungkin itu bentuk kepedulian dia, tapi serius kepedulian seperti itu bukan kepedulian yang lebih baik dari sikap cuek sekalipun.
2. "Sakit lagi?" Atau "sakit apa lagi sih?"
Hmm.. tidak ada orang yang ingin terus menerus sakit, mungkin memang si penanya benar benar bertanya mengenai sakit yang di alami, tapi pertanyaan dengan susunan kata seperti itu ada kesan seperti meragukan, atau BOSAN dengan sakit saya alami, sekedar info, jika orang yang tidak mengalami saja bisa merasa bosan, bisa di bayangkan derita yang dialami oleh yang merasakan sakit.
Orang chinese gak suka mengucapkan terima-kasih. Judul yang terkesan offensive? Mungkin langsung terlintas di benak anda bahwa saya tidak menyukai chinese? Wow.. sebaiknya tahan dulu kecurigaan anda dan ijinkan dulu saya bercerita.

Akhir-akhir ini memang saya selalu berada pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk sekedar update blog. Bahkan beberapa draft yang sudah jadi masih urung saya pub lish diantaranya kelanjutan cerita bersambung "sebuah paket". Tapi kejadian malam ini sunguh menggelitik dan memaksa saya mengabaikan hal lain dan memutuskan untuk menuliskan "sentilan pengalaman" ini yang entah mengapa menjadi terasa begitu urgent di benak saya.
Entah keberapa kali
Aku merayumu untuk mengerti
Aku memohonmu untuk memaklumi
Bahkan aku menyentuhkan lututku di keras kerikil kenyataan


Bahwa aku...
Hanyalah aku....

Aku memahami
Bahwa untuk memahamiku
Berapa kali kamu harus terjerembab dalam kenyataan

Bahwa memelukku adalah menarik selimut hampaDi mimpi-mimpimu yang harusnya indah

Tapi bukankah ada istilah bahwa

 

“Orang yang mencintaimu

adalah orang yang mendengar dan melihat banyak hal buruk mengenaimu, dan dia

tetap mencintaimu”


Badan gw lunglai, lemes, sekitar 30 menit menunggu di depan gerbang rumahnya dengan kondisi mesin motor menyala, berharap ada seseorang (atau kalau beruntung ya dia) dari dalam rumah tersebut melihat gue.

Ketika mereka merayakannya...
Aku mempertanyakan alasannya...


Lalu begitu salahkah sebuah pengakuan akan rasa tidak bahagia?


Ini hari jadiku...
Ini isi hatiku...




RENUNGAN SUSUT USIA

Mereka menatap dengan binar-binar di mata..
Mereka berteriak hingga suara kandas... Serak..
Mereka Meneriakkan kebahagiaan..
Mewakiliku..

Pak pelayan tampak begitu sopan, dan setelah bolak balik menelaah menu, aku pun cepat-cepat melakukan pesanan. bukannya apa, aku tahu si bapak ini sibuk dan harus melayani pengunjung lain.

"Saya kopi hitam sama lemon tea yah pak!", 
Pak pelayan kaffe tersenyum karena belum sempat bertanya, si doi keburu menjerit histeris...

"Haaahh... kok abang kalau pesan sama yah ma aku? harus satu panas satu dingin"

Aku tergelak melihat antusiasme dia menanggapi persamaan kami. Dan makin tergelak melihat romannya yang selalu tersipu dan tak mau menatap wajahku... sejak tadi... sjak lama sekali..