Blog

Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hubungan. Tampilkan semua postingan

Seperti biasa, Jumat ini kita kembali melanjutkan pembahasan kita mengenai Tips Menjadi Pendengar Yang Baik.

Di bagian yang ke tiga ini, kita akan membahas 3 langkah selanjutnya.
Yuk, Mariii


7. Gunakan bahasa tubuh untuk mengekspresikan ketertarikan kita.
Mendengarkan secara aktif melibatkan keseluruhan tubuh dan wajah - baik itu tubuh dan wajah kita, maupun tubuh dan wajah pembicara.

  • Ekspresi kita. Tampak tertarik dan tetap menjaga pandangan terhadap pembicara dari waktu ke waktu. Jangan menatap tajam si pembicara secara berlebihan, melainkan cerminkan sikap bersahabat dan keterbukaan terhadap apa yang sedang kita dengarkan.
  • Cermati setiap kalimat. Selalu peka terhadap hal-hal yang tidak terungkapkan sebelumnya dan terhadap tanda-tanda tertentu yang bisa membantu kita untuk menggali perasaan si pembicara yang sesungguhnya. Perhatikan ekspresi wajah dan tubuh pembicara untuk mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, tidak hanya dari kata-kata. Bayangkan apa yang ada di pikiran kita yang dapat membuat kita menunjukkan ekspresi, serta bahasa tubuh seperti itu.

8. Cobalah untuk meyakinkan pembicara bahwa semua baik-baik saja.
Apapun hasil dari pembicaraan, biarkan si pembicara tahu bahwa kita merasa senang telah mendengarkan dan dijadikan tempat bercerita.

  • Jelaskan bahwa anda terbuka untuk diskusi selanjutnya jika memang diperlukan, tetapi kita tidak memaksa. Sebagai tambahan, yakinkan juga si pembicara bahwa kita beritikad untuk menjaga kerahasiaan seluruh isi percakapan
  • Sabarlah. Jika kita ingin mengutarakan sesuatu, tunggulah sampai dia menyelesaikan ucapannya.
9. Bersikap empati lah pada saat mendengarkan, guna mendapatkan respon yang baik.
  • Tawarkanlah bantuan jika kita memang memiliki kemampuan, waktu, serta pengalaman yang diperlukan. Tapi, ingat untuk tidak sampai memberikan harapan palsu. Jika satu-satunya hal yang bisa anda lakukan untuknya hanyalah menjadi pendengar yang baik, utarakanlah hal tersebut dengan jelas. Justru mendengarkan dengan baik adalah suatu bantuan yang sangat-sangat berharga.
Oke, demikian tiga langkah tambahan, dan Jumat depan kita bahas beberapa langkah terakhir berupa patokan bahasa tubuh dan ekspresi yang kita perlukan.Sampai jumpa!!

Tips Menjadi Pendengar Yang Baik Part 1
Tips Menjadi Pendengar Yang Baik Part 2
Menyimak adalah bagian penting dari komunikasi, dan ada perbedaan besar antara menyimak dan mendengarkan. Walaupun terlihat mudah, kegiatan mendengarkan terkadang butuh latihan usaha luar biasa, utamanya ketika terjadi perbedaan pendapat dengan orang yang kita dengarkan

Minggu kita sudah membahas 2 langkah untuk Tips Menjadi Pendengar Yang Baik Part 1
Minggu ini kita akan membahas 4 langkah lanjutannya. Yuk lanjut..

3. Ciptakan suasana yang mendukung.
Enyahkan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian anda. Matikan peralatan komunikasi (termasuk hape) dan lakukanlah pembicaraan di tempat yang bebas dari gangguan. Setelah saling berhadapan, heningkan sejenak pikiran anda dan buka sepenuhnya hanya pada kata-kata yang diucapkannya.

4. Berhentilah berbicara
Hal ini kedengerannya seperti hal yang gak perlu dibahas, karena bukankah ketika kita mengdengarkan, kita harus diam? Tapi faktor pengganggu utama yang sering kali muncul adalah suara-suara yang muncul di kepala yang sangat sulit dienyahkan. Ketika kita mendengarkan, seringkali isi kepala dipenuhi dengan suara-suara dan keinginan untuk mengungkapkannya, seperti keinginan untuk mengungkapkan empati dengan berbagi kisah yang sam dll. Mungkin hal tersebut bisa saja berguna, tapi hal tersebut biasanya dilakukan secara berlebihan bahkan tidak menyenangkan.
    Kesampingkan sejenak kebutuhan pribadi kita, tunggulah dengan sabar sampai dia selesai mengutarakan seluruh pemikirannya.
    5. Gunakan bahasa tubuh. 
    Menganggukan kepala akan menunjukkan bahwa kita memahami apa yang dia katakan, dan akan memancingnya untuk meneruskan pembicaraan. Menyesuaikan postur tubuh, posisi, dan gerakan tubuh kita terhadap dia, akan membuatnya santai dan mau bercerita lebih banyak lagi. Cobalah untuk melihat langsung ke matanya. Hal ini tidak saja menunjukkan bahwa kita mendengarkan, tapi juga menunjukkan bahwa kita tertarik untuk mendengarkan.

    6. Berikan ungkapan timbal balik, dalam interval yang tepat selama pembicaraan.
    • Ulangi dan gali. Ulangi beberapa hal yang telah diucapkan pembicara sambil memberikan timbal balik positif sebagai dorongan. Sebagai contoh, kita bisa mengatakan "Saya mengerti, tentu rasanya tidak enak dipersalahkan seperti itu, saya juga tidak mau seperti itu". Lakukan tekhnik ini dengan perlahan, karena jika kita melakukannya secara berlebihan, justru bisa menimbulkan kesan "meledek". 
    • Simpulkan dan tegaskan. Hal ini sangat berguna untuk menyimpulkan pemahaman kita mengenai apa yang pembicara katakan, dan ungkpakan dalam bahasa kita. Sebagai contoh kita mengucapkan "Jadi sebenarnya kamu telah melakukan semuanya sesuai prosedur sebelum kecelakaan itu terjadi yah". Hal ini memastikan pembicara bahwa kita benar-benar mendengarkan serta memahami apa yang diutarakannya. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi pembicara untuk memperbaiki kesalahan pemahaman kita seandainya ada. 
    • Pastikan membiarkan pintu terbuka lebar dengan kalimat-kalimat seperti: "Mungkin saya salah, tapi...", atau "Tolong koreksi saya jika saya salah...". Tekhnik ini sangat berguna utamanya ketika kita merasa frustasi atau merasakan bahwa kemampuan kita untuk fokus mendengarkan mulai melemah dan agak kacau.
    Tanpa terasa kita sudah mencoba menerapkan 6 langkah untuk menjadi pendengar yang baik. Nantikan Jumat depan, untuk langkah-langkah berikutnya.

    Menyimak adalah bagian penting dari komunikasi, dan ada perbedaan besar antara menyimak dan mendengarkan. 

    Tidak bermaksud jahat, tapi memang ada golongan "tukang "ngecap"" di dunia ini. Tukang "ngecap" adalah orang yang gak bisa berhenti berbicara. Kita juga bisa loh masuk ke golongan tukang "ngecap" dalam kondisi tertentu. Tipe orang seperti ini adalah tipe orang yang berbicara berlebihan dan cenderung tidak mampu menjadi pendengar yang baik. 

    Membaca artikel ini bisa mengubah hal tersebut. Jadi yuk dibaca dengan seksama. Kenapa? karena menjadi pendengar yang sabar akan membantu kita untuk menghadapi berbagai masalah dalam hidup dan membuat kita mampu melihat dunia dari pandangan orang lain. Hal ini memperkaya kemampuan berkomunikasi kita. Walaupun terlihat mudah, kegiatan mendengarkan terkadang butuh latihan usaha luar biasa, utamanya ketika terjadi perbedaan pendapat dengan orang yang kita dengarkan.

    Supaya mudah, yuk kita ikuti langkah-langkahnya secara bertahap.

    1. Jadilah teman yang baik yang penuh pemahaman.

    Tempatkan diri kita di posisi orang lain. Kita begitu mudah larut dalam pemikiran sendiri dan hanya memandang sesuatu dari sudut pandang kita sendiri. Tetapi untuk menjadi pendengar yang aktif, kita harus mengesampingkan sejenak pemikiran pribadi dan mau memandang permasalahan dari sudut pandang orang lain, lalu membayangkan seandainya kita berada di posisi orang lain. Hal ini membantu kita untuk menelaah suatu permasalahan dengan lebih cepat. Intinya, BERPIKIRAN TERBUKA.
    • Ada baiknya kita mengingat bahwa kita dilengkapi dengan dua telinga dan satu mulut bukan tanpa alasan. Lebih menguntungkan untuk ,mendengarkan dari[pada berbicara. Orang yang mendengarkan lebih banyak, lebih peka dan memiliki pemahaman lebih baik akan banyak hal.


    Memang benar loh, sejatinya di tubuh kita itu penuh bertebaran sifat alami "ingin menyenangkan orang lain", jadi karena perkara itu lah mengatakan "tidak" ketika dimintai tolong bisa jadi hal yang super susah dilakukan. Kita cenderung tidak ingin memperlihatkan "penyangkalan" atau "penolakan" atau ketidak setujuan kita dalam percakapan apapun dengan siapapun, karena pada dasarnya kita tidak menginginkan konfrontasi, atau tidak menginginkan pandangan orang lain terhadap kita menjadi turun karena kita tidak menyetujui mereka. Tapi sebetulnya, kita bisa kok melakukan semua itu tanpa harus jadi nyebelin.

    Kalau anda masih baca artikel ini, kemungkinan anda punya masalah untuk bilang TIDAK, hehe, kita punya masalah yang sama, sampai akhirnya saya tahu dan belajar bahwa tidak selalu harus membantu orang lain itu bisa jadi hal yang ueeennaaaakkk...  Tapi beneran kok, bahwa mampu berkata TIDAK itu merupakan bagian dari kemampuan menghargai waktu dan diri kita sendiri. Memang sih membantu orang lain itu menyenangkan dan juga perbuatan mulia, tapi kalau anda cuma bisa bilang IYA setiap kali ada orang meminta bantuan, toh anda juga kan gak bisa melakukan semuanya.  Dan... bener gak.. bakalan sering melakukan pekerjaan yang kita gak sukai. Nah kondisi begini toh gak akan bagus juga buat semuanya, gimana kita bisa melakukan yang terbaik sih untuk pekerjaan yang kita gak sukai, kita merasa terpaksa melakukannya, dan kita jauh banget dari kata bahagia. Jadi kalau anda terlalu banyak bilang IYA dan terlalu sedikit bilang TIDAK, kemungkinan besar anda merasakan juga kan kejadian2 nyebelin kayak gitu. Lalu gimana dong biar gak gitu lagi? Anda cuma butuh sedikit ketegasan dan kepercayaan diri. Nah berikut adalah trik2 yang berhasil saya terapkan, semoga ampuh juga buat semua.


    Apa itu psikologi terbalik?
    Pada dasarnya, setiap manusia mempunyai egoisme serta insting untuk menentang dan tertantang. Hal ini bisa kita gunakan untuk mengendalikan orang lain secara psikologis dengan cara sengaja membuatnya melakukan kebalikan dari yang anda ucapkan atau perintahkan.

    Contohnya, dengan mengucapkan "Ah, gak bakalan deh lo bisa nyampe disana jam 6" kepada teman anda justru malah akan memotivasinya untuk melakukan kebalikan dari ucapan anda hanya untuk membuktikan bahwa anda salah.


    Tetapi harap diingat bahwa Psikologi Terbalik adalah senjata yang berbahaya, karena jika orang yang menjadi sasaran anda menyadari bahwa anda tengah berusaha untuk memanipulasi pemikirannya, maka orang tersebut bisa jadi tidak akan pernah mempercayai anda lagi. Itulah mengapa Psikologi Terbalik hanya boleh digunakan pada pikiran bawah sadar (Subconscious) seseorang dan bukan pada pikiran sadarnya (Conscious).

    Supaya Psikologi Terbalik anda berhasil, maka anda harus:

    1. Membuat sang target berfikir bahwa anda benar-benar meyakini apa yang anda ucapkan.
    2. Buatlah dia sama sekali tidak terpikir bahwa ucapan anda justru upaya memotivasinya.


    Jadi, kapan psikologi terbalik bisa digunakan?


    Mari kita bayangkan bahwa anda memiliki anak yang memiliki peringkat buruk di sekolah, mengucapkan "Kamu sih gak akan bisa dapat ranking bagus di sekolah" bisa menghancurkan rasa percaya dirinya, dan hal tersebut malah justru membuatnya benar-benar percaya bahwa mustahil baginya untuk bisa mendapatkan peringkat yang baik dan menciptakan keyakinan salah di benaknya yang akan mempengaruhi kepribadiannya.


    Jika anda mengatakan kepada seseorang bahwa dia memiliki suatu keburukan tertentu atau bahwa dia orang yang tidak jujur secara terus menerus dan berulang-ulang bisa memprogram pemikirannya bahwa hal-hal dan keburukan-keburukan tersebut benar-benar bagian dari sifatnya dan dia memang seburuk itu.

    Psikologi terbalik  hanya digunakan ketika kita tahu pasti bahwa sasaran kita mengetahui cara untuk melakukan atau meraih tujuan yang kita ingin dia capai. Pada contoh sebelumnya mengenai anak anda yang memiliki peringkat kelas yang buruk, hal yang benar adalah memotivasi dia untuk mau belajar daripada memotivasi dia untuk bisa mendapatkan peringkat kelas yang tinggi. Kenapa? Karena dia kan sebetulnya bisa belajar jika dia mau bukan? Tetapi untuk mendapatkan peringkat tinggi di sekolah, itu diperngaruhi oleh banyak faktor.

    Mengatakan "Kayaknya, kamu gak bakalan bisa deh ngerjain sendiri PR kamu malam ini" jauh lebih baik daripada mengucapkan "kamu gak akan bisa dapat ranking tinggi di sekolah"


    Cara menerapkan psikologi terbalik pada seseorang

    Tidak semua orang akan merespon psikologi terbalik., misalnya orang yang rendah diri bisa saja menanggapi ucapan pancingan anda yang bernada negatif itu secara serius dan dengan kepercayaan penuh. Hal ini justru akan membuatnya semakin merasa rendah diri dan malah menjadikannya lebih buruk dari sebelumnya.


    Psikologi terbalik seharusnya hanya digunakan kepada mereka yang memiliki sikap narsis, orang yang keras kepala, orang dengan kepribadian Tipe A dan mereka yang memiliki ego tinggi.


    Jadi jika hubungan anda dengan sang kekasih kurang begitu baik, dan kebetulan pasangan anda memiliki sifat keras kepala dan lumayan egois, mengutarakan bahwa banyak orang yang mengharapkan hubungan anda dengannya berakhir, justru akan memicunya untuk berjuang mempertahankan hubungan dan melakukan yang terbaik untuk membuat anda tetap bersamanya.

    Sekali anda mampu menantang dan membangkitkan ego seseorang tanpa dia tahu tujuan anda yang sebenarnya, maka anda akan bisa membuat orang tersebut melakukan apapun yang anda mau.


    Disarikan dari: 2knowmyself.com oleh tebegaya

    Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus. Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil bertanya,

    "Aku lapar, bolehkah aku makan daunmu?"

    Pohon mangga menjawab, "Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak. Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan. Hmm…tapi baiklah, kau boleh naik dan memakannya. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali."

    Pernah gak memperhatikan kenapa seseorang bisa menjadi begitu karismatik? Pokoknya gak peduli mereka melakukan apa ataupun bergaya seperti apa, ketika mereka memasuki ruangan, semua mata seolah tertuju padanya. Dan ketika mereka pergi, semua orang memiliki kesan mendalam tentang orang tersebut dan ingin menirunya. Woow.. keren bukan? Terpikir untuk menjadi seperti mereka? Kalo saya sih sangat tertarik karena saya setuju dengan pandangan bahwa sifat karismatik, seperti layaknya kecantikan dan keberuntungan juga membuka banyak pintu dalam kehidupan.

    Benarkah siapapun bisa menjadi lebih karismatik? Sebaiknya mari kita buktikan dengan mengikuti 7 langkah untuk menjadi karismatik.


    Langkah-langkah


    1 Tenang . 
    Karisma merupakan penyakuran energy anda ke orang lain. Jika anda keliatan cemas dan stress, orang akan menolak anda, tapi sebaliknya jika anda rileks dan tenang, orang akan tertarik dengan ketenangan anda. Mereka menjadi ingin seperti anda juga.

    Kemarahan, siapapun pernah marah. Coba bayangkan, kendaraan sobat ditabrak dari belakang, lalu sampai di kantor kena omel boss, trus rekan  kerja mencuri ide-ide anda, lalu mengalami masalah kartu kredit, menelpon cusomer service dan mendapat jawaban "maaf, seluruh customer service kami sedang sibuk".

    Senakin kompleks kehidupan kita, semakin banyak orang yang kita kenal, semakin banyak rutinitas, semakin banyak juga hal-hal yang dapat memicu kemarahan. Tebegaya juga suka marah, marah banget kadang-kadang. Tebegaya sama sekali tidak menikmati kemarahan, dan sebagian besar orang juga tentunya. Lebih bahaya lagi, kemarahan dapat menimbulkan sakit kepala, nyeri punggung, mual-mual dan gejala lainnya.

    Tebegaya seringkali dibohongi, dulu yang ada dipikiran tebegaya, bohong ya bohong aja, tapi ternyata dengan menganalisa ekspresi wajah untuk menentukan apakah seseorang berbohong atau enggak, itu bisa menyelamatkan kita dari penipuan juga mengetahui apakah seseorang itu orang yang jujur atau enggak. ini penting loh. Jadi ada baiknya kita sedikit mempelajari mengenai ekspresi wajah dan gerak tubuh yang dapat membantu kita untuk bisa membedakan mana kebenaran dan mana kebohongan.

    Hal pertama yang harus kita pelajari adalah 14 langkah mengenali kebohongan. Tebegaya juga pusing membacanya, tapi cukup sesuai lah dengan keuntungan yang kita dapat. Kan seru mengetahui bahwa kita bukan orang yang mudah dibohongi.

    LANGKAH-LANGKAH

    1. Belajar untuk mengenali defleksi.
    Biasanya, ketika seseorang berbohong, dia akan mengutarakan suatu kebenaran, tetapi itu dilakukan untuk menghindari pertanyaan asli kita.


    Meyakinkan seseorang terhadap perkataan-perkataan anda tidaklah lebih dari sekedar meyakinkan seseorang untuk menerima sebuah ide baru, mengupdate pengetahuannya atau mempercayai ide yang memang sudah ada. Tidak semua orang akan menerima ide anda, tetapi ada sebuah pola aturan yang semua orang akan tunduk terhadap pola aturan tersebut, dan jika digunakan dengan benar akan meningkatkan peluang anda untuk meyakinkan seseorang akan setiap ucapan anda.

    Jika orang yang Anda ingin yakinkan telah memiliki pengetahuan sebelumnya atau pengalaman tentang apa yang sedang Anda coba untuk yakinkan, maka tujuan utama adalah untuk menggoyang keyakinannya dan membuktikan dia salah lalu mulailah menyuntikkan ide-ide anda ke kepalanya. Tetapi jika tidak, maka Anda bisa langsung mengutarakan pandangan anda sendiri.